Studi Karakteristik Tanah Kohesif Terhadap Uji Fisis Dan Mekanis Serta Implementasinya Untuk Perancangan Geoteknik Pada Kawasan Tanjung Jaya Kota Bengkulu
Abstract
Abstrak
Pembangunan konstruksi di Indonesia terus meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan infrastruktur. Kota Bengkulu, ibukota Provinsi Bengkulu, juga mengalami pembangunan infrastruktur yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik tanah kohesif di kawasan Tanjung Jaya, Kota Bengkulu, dan penerapannya dalam mendesain fondasi dangkal. Tahap awal penelitian ini meliputi pengambilan sampel, kemudian dilanjutkan dengan pengujian sifat-sifat fisis tanah, seperti kadar air, berat volume, berat jenis, analisa ukuran butiran, dan Atterberg Limits. Dari hasil pengujian tersebut, tanah di lokasi tersebut diklasifikasikan sebagai lanau elastis (MH). Pengujian sifat mekanis dilakukan melalui uji kuat tekan bebas dan konsolidasi. Pemodelan fondasi berdasarkan sifat fisis dan mekanis tanah, dilakukan dengan menggunakan aplikasi berbasis metode elemen hingga pada satu titik sampel, dengan menggunakan nilai terendah dari kuat tekan bebas (qu) dan kuat geser (Su) dari dua titik uji pada kedalaman 0,75 m dan 1 m, serta variasi lebar fondasi untuk pendekatan yang lebih konservatif. Faktor keamanan terkecil yang diperoleh adalah 1,440, dan terbesar adalah 4,654, dengan beban vertikal maksimum mencapai 109,30 kN/m² pada kedalaman 1 m dan lebar fondasi 2 m.
Kata kunci: Tanah kohesif, sifat fisis, sifat mekanis, metode elemen hingga, fondasi dangkal
Abstract
Construction development in Indonesia continues to increase in line with the growing demand for infrastructure. The City of Bengkulu, the capital of Bengkulu Province, has also seen significant infrastructure development in recent years. This study aims to identify the characteristics of cohesive soil in the Tanjung Jaya area, Bengkulu City, and its application in designing shallow footing. The initial phase of the study includes sample collection, followed by tests of the soil's physical properties, such as moisture content, volume weight, specific gravity, grain size analysis, and Atterberg Limits. The results classify the soil in this location as elastic silt (MH). Mechanical properties testing was assessed through unconfined compressive strength and consolidation tests. Foundation modeling, based on the soil's physical and mechanical properties, was conducted using a finite element method-based application at one sample point, utilizing the lowest values of unconfined compressive strength (qu) and shear strength (Su) from the two test points at depths of 0.75 m and 1 m, as well as Foundation width variations, for a more conservative approach. The most minor safety factor obtained was 1.440, and the largest was 4.654, with the maximum vertical load reaching 109.30 kN/m² at a depth of 1 m and a foundation width of 2 m.
Keywords: Cohesive soil, physical properties, mechanical properties, element method, shallow footing
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abdul Jalil Abdul, H.F. (2016) ‘Studi Campuran Kapur Pada Tanah Lempung Terhadap Permeabilitas Dan Kecepatan Konsolidasi (Studi Kasus Tanah Desa Cot Girek Kandang Kecamatan Muara Dua Kabupaten Aceh Utara)’, Teras Jurnal, 6(1), pp. 19–28.
Agung, I.G. and Istri, A.Y.U. (2014) ‘( Studi Kasus di Desa Tanah Awu , Lombok Tengah ) Fakultas Teknik Universitas Islam Al-Azhar Mataram’, 8(2), pp. 15–19.
Agustina (2019) ‘Analisis Respon Seismik Area Sentral Di Kota Bengkulu’, 6th ACE Conference, (April 2020), pp. 891–901.
Anggraini, M. and Saleh, A. (2021) ‘Stabilisasi Tanah Lempung Dengan Abu Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Semen Terhadap Kuat Tekan Bebas’, Sainstek (e-Journal), 9(2), pp. 108–115. Available at: https://doi.org/10.35583/js.v9i2.182.
Aryanto, M., Suhendra, S. and Amalia, K.R. (2021) ‘Stabilisasi Tanah Lempung Ekspansif Menggunakan Kapur Tohor’, Jurnal Talenta Sipil, 4(1), p. 38. Available at: https://doi.org/10.33087/talentasipil.v4i1.47.
Badan Standardisasi Nasional (2011) SNI 2812 Cara uji konsolidasi tanah satu dimensi.
Darmawandi, A. et al. (2020) ‘Karakterisitik Tanah Lunak Sumatera Utara Berdasarkan Pengujian Kuat Tekan Bebas’, Semnastek UISU, 1(2002), pp. 16–20.
Dewi, A. et al. (2022) ‘Pengaruh Penambahan Polimer Poliakrilamida Terhadap Daya Dukung Tanah Lokal’, Borneo Engineering: Jurnal Teknik Sipil, 6(3), pp. 207–216.
Fahriana, N. et al. (2019) ‘Analisis Klasifikasi Tanah Dengan Metode Uscs ( Meurandeh Kota Langsa )’, Jurnal Ilmiah Jurutera, 6(2), pp. 005–013. Available at: https://ejurnalunsam.id/index.php/jurutera/article/view/1622/1284.
Fathurrozi, F.R. (2016) ‘Sifat-Sifat Fisis Dan MekanisTanah Timbunan Badan Jalan Kuala Kapuas’, Jurnal POROS TEKNIK, 8(1), pp. 1–54.
Firmansyah, D.A. et al. (2024) ‘Mechanical Properties of Soft Clay Soil Improved with Nanomaterials and Chitosan Biopolymer’, Geotechnical Engineering, 55(2), pp. 31–37. Available at: https://doi.org/10.14456/seagj.2024.13.
Gunarso, A. et al. (2017) ‘Stabilisasi Tanah Lempung Ekspansif Dengan’, Jurnal Karya Teknik Sipil, 6(2), pp. 238–245.
Hardiyatmo, H.C. (1992) ‘Mekanisa Tanah II’.
Kusuma, R.I. and Mina, E. (2016) ‘Tinjauan Sifat Fisis Dan Mekanis Tanah (Studi Kasus : Jalan Carenang Kabupaten Serang)’, Fondasi : Jurnal Teknik Sipil, 5(2). Available at: https://doi.org/10.36055/jft.v5i2.1255.
Kusuma, R.I., Mina, E. and Tanah, S. (2015) ‘Abu Sawit Terhadap Nilai Kuat Tekan Bebas’, 4.
Muzaidi, I. et al. (2023) ‘Karakteristik Sifat Fisis dan Mekanis Tanah Laterit yang Distabilisasi Menggunakan Beberapa Jenis Pasir Kalimantan’, Buletin Profesi Insinyur, 6(1), pp. 38–43. Available at: https://doi.org/10.20527/bpi.v6i1.163.
Nusantar, M.A. (2014) Analisa Daya Dukung Fondasi Dangkal Pada Tanah Lempung Menggunakan Perkuatan Anyaman Bambu Dan Grid Bambu Dengan Bantuan Program Plaxis, Analisa Daya Dukung Fondasi Dangkal Pada Tanah Lempung Menggunakan Perkuatan Anyaman Bambu Dan Grid Bambu Dengan Bantuan Program Plaxis.
Onggara, Y.F., Tjandra, D. and Suwono, J.I. (no date) ‘Analisa Stabilisasi Tanah Lunak Dengan Campuran Portland Cement Dan Fly Ash Untuk Diaplikasikan Pada Bangunan Rumah Tinggal 2 Lantai’, pp. 230–237.
Purwana, Y.M., Pramugani, A. and Setiawan, W. (2022) ‘Metode Keseimbangan Batas Vs Metode Elemen Hingga Untuk Analisis Fondasi Dangkal Menerus’, (January).
Resmawan A (2016) Pengaruh Campuran Pasir Dan Limbah Karbit Terhadap Parameter Penurunan Tanah Lempung Menggunakan Uji CBR dan Konsolidasi Dengan Pemadatan Laboratorium.
Rostikasari, A., Surjandari, N.S. and Djarwanti, N. (2016) ‘Korelasi Indeks Kompresi ( C C ) Dengan Parameter Kadar Air Alamiah ( W N ) Dan Indeks Plastisitas ( Ip )’, 0055, pp. 570–575.
Saleh, A. and Anggraini, M. (2019) ‘Metoda Perbaikan Tanah Lunak Dengan Penambahan Pasir’, Prosiding Seminar Nasional Pakar, pp. 2–5. Available at: https://doi.org/10.25105/pakar.v0i0.4141.
Sanniyah, S.S. et al. (2024) ‘Pengaruh Nano-Material Dan Biopolimer Terhadap Karakteristik Tanah Lunak Untuk Desain Perkerasan Jalan’, Jurnal HPJI, 10(1), pp. 53–64. Available at: https://doi.org/10.26593/jhpji.v10i1.7648.53-64.
SNI 6371:2015 (2015) ‘Tata Cara Pengklasifikasian Tanah Untuk Keperluan Teknik Dengan Sistem Klasifikasi Unifikasi Tanah’.
Soehardi, F., Lubis, F. and Putri, L.D. (2017) ‘Stabilisasi Tanah Dengan Variasi Penambahan Kapur dan Waktu Pemeraman’, Prosiding Konferensi Nasional Teknik Sipil dan Perencanaan (KN-TSP), pp. 54–60.
DOI: https://doi.org/10.29103/tj.v15i1.1214
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Copyright (c) M.Afra Junasiq, Rena Misliniyati, Lindung Zalbuin Mase, Hardiansyah, Fepy Supriani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Creative Commons "Attribution-ShareAlike”
Attibusion Internasional (CC BY-SA 4.0)
March and September
In cooperation with Ikatan Sarjana Teknik Sipil (ISATSI NAD) Lhokseumawe