SIMULASI BIAYA PENANGANAN JALAN ANTARA PERKERASAN KAKU DAN PERKERASAN LENTUR

Ade Mulyawan

Abstract


Jenis perkerasan jalan di Indonesia umumnya menggunakan perkerasan lentur sebagai pilihan utama dibandingkan tipe perkerasan kaku dengan pertimbangan biaya pembangunan (initial cost) yang lebih murah, keterbatasan anggaran serta tuntutan pemerataan pembangunan. Pemilihan perkerasan lentur diprediksikan memiliki biaya total pemeliharaan/penanganan jalan yang lebih mahal dibandingkan dengan perkerasan kaku. Penelitian ini mengkaji perbandingan biaya siklus penanganan/pemeliharaan jalan serta perbandingan tingkat umur layan antara perkerasan kaku dengan perkerasan lentur dengan life-cycle cost analysis (LCCA) selama masa layan rencana 40 tahun. Metode analisis yang digunakan adalah permodelan penurunan kondisi perkerasan jalan (road deterioration model) berdasarkan nilai ketidakrataan jalan (IRI) dan umur masa layan sebagai variabel utama berdasarkan rumus dan pendekatan yang digunakan pada manual HDM-4 Versi kedua. Adapun variabel perbandingan yang digunakan adalah biaya pembangunan, kemantapan jalan, tingkat umur layan perkerasan, biaya pemeliharaan tahunan dan biaya total selama 40 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya pembangunan perkerasan kaku lebih mahal 33,63 % dan kemantapan jalan lebih rendah 1,75 % dari perkerasan lentur. Sedangkan disisi lainnya, rasio tingkat umur layan perkerasan kaku lebih baik 68,99 % dari perkerasan lentur, dan biaya pemeliharaan tahunan (termasuk biaya rekonstruksi) perkerasan kaku lebih hemat 64,12 % dari perkerasan lentur, dan biaya total selama LCCA perkerasan kaku lebih hemat 45,98 % dari perkerasan lentur. Berdasarkan LCCA, perkerasan kaku memiliki waktu siklus yang lebih baik, biaya total penanganan dan pemeliharaan tahunan yang lebih hemat dibandingkan dengan perkerasan lentur.

Full Text:

PDF

References


Direktorat Jenderal Bina Marga, 1997. Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI). Departemen PU. Jakarta.

Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah, 2003. Pedoman Perencanaan Perkerasan Jalan Beton Semen Pd T-14-2003. Departemen Kimpraswil. Jakarta.

American Concrete Pavement Association, 2012. Life Cycle Cost Analysis : A Tool for Better Pavement Invesment and Engineering Decicions. ACPA. Rosemont- Illinois.

Federal Highway Administration of U.S Department of Transportation, 2014. Concrete Pavement Preservation Guide. FHWA. IOWA–United State of America.

Kementerian PUPR, 2015. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 248/KPTS/M/2015 tentang Penetapan Ruas Jalan Dalam Jaringan Jalan Primer Menurut Fungsinya Sebagai Jalan Arteri (JAP) dan Jalan Kolektor -1 (JKP-1). Jakarta.

Direktorat Jenderal Bina Marga, 2017. Manual Desain Perkerasan Jalan Nomor 02/M/BM/2017, Kementerian PUPR. Jakarta.

Direktorat Preservasi Jalan, 2016. Bahan Paparan Workshop Penajaman Pemograman dan Pemaketan Preservasi TA. 2017 tanggal 27-30 September 2016 di Batam. Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR. Jakarta.

Bennett, C.R., Patterson, W.D.O., 2000. Highway Development & Mangement (HDM -4) Volume Five: A Guide to Calibration and Adaptation. The World Road Assosiation (PIARC) on behalf of the ISOHDM Sponsors. Paris and The World Bank Wahington DC.

Direktur Preservasi, 2006. Ralat Petunjuk Penyusunan Program Preservasi Jalan Tahun Anggaran 2017. Surat Direktur Preservasi Jalan Ditjen Bina Marga No.PR.0102-Bn/92 tanggal 17 Februari 2016. Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR. Jakarta.

Fithra, H., Saleh, S.M., 2011. Biaya Preservasi Jalan Akibat Truk dengan Beban Berlebih di Jalan Pesisir Timur Provinsi Aceh. Jurnal Transportasi FSTPT. volume 11. no. 3. pp. 219-227.

Kerali, H.G.R., 2000. Highway Development & Mangement (HDM -4) Volume One: Overview of HDM-4. The World Road Assosiation (PIARC) on behalf of the ISOHDM Sponsors. Paris and The World Bank Wahington DC.

Mallick, R.B., El-Korchi, T., 2013. Pavement Engineering Principle and Practice. CRC Press Taylor & Francis Group. Boca Raton.

Morosiuk, G., Riley,M. J., Odoki, J.B., 2004. Highway Development & Mangement (HDM -4) Volume Six: Modelling Road Deterioration and Works Effect Version 2. The World Road Assosiation (PIARC) on behalf of the ISOHDM Sponsors. Paris and The World Bank Wahington DC.

Robinson, R., Thagesen, B., 2004. Road Engineering for Development Second Edition. Spons Press. London.

Saleh,. S. M., Sjafruddin, A., Frazila., R.B., Tamin, O.Z., 2009. Pengaruh Muatan Truk Berlebih Terhadap Biaya Pemeliharaan Jalan. Jurnal Transportasi FSTPT. vol. 9. no. 1. pp. 79-89.

Syafriana, Saleh, S.M., Anggraini, R., 2015. Evaluasi Umur Layan dengan Memperhitungkan Beban Berlebih di Ruas Jalan Lintas Timur Provinsi Aceh. Jurnal Transportasi FSTPT. vol. 15. no. 2. pp. 115-124.

Tranggono, M., 2013. Kajian Penggunaan HDM-4 untuk Sistem Pengelolaan Perkerasan Jalan di Indonesia. Jurnal Transportasi FSTPT. vol. 13. no. 2. pp. 135-144.




DOI: http://dx.doi.org/10.29103/tj.v9i2.224

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Ade Mulyawan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Publisher:

Jurusan Teknik Sipil
Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh
Jl. Cot Tgk. Nie, Reuleut, Aceh Utara, Indonesia

View My Stats

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

              P-ISSN                       E-ISSN

Accredited Journal (S3)

Based on Decree of the Minister of Research, Technology and Higher Education, Republic of Indonesia Number 23/E/KPT/2019

expired: 2024-08-08