Penerapan Analytical Hierarchy Process Untuk Penentuan Prioritas Faktor Risiko Terhadap Kualitas Pekerjaan Proyek Kota Pontianak

Authors

  • Mutia Asmarani Universitas Tanjungpura
  • Nurhayati Universitas Tanjungpura
  • Siti Mayuni Universitas Tanjungpura
  • Herwani Herwani Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.29103/tj.v16i2.1426

Keywords:

project quality, AHP, criteria, and alternatives

Abstract

Abstrak

 

Proyek pembangunan gedung di Kota Pontianak menghadapi berbagai faktor risiko yang memengaruhi kualitas pekerjaan, seperti keterlambatan, keterbatasan sumber daya, kondisi lingkungan, dan lemahnya pengendalian mutu. Kompleksitas ini memerlukan penerapan metode pengambilan keputusan yang mampu menentukan prioritas penanganan risiko secara sistematis dan terukur. Namun, proses penentuan prioritas risiko selama ini sering bersifat subjektif sehingga berpotensi menimbulkan ketidaktepatan keputusan. Penelitian desktiptif kuantitatif ini menerapkan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan prioritas penanganan risiko secara objektif. Hasil penelitian diperoleh bahwa yang memiliki bobot global tertinggi kriteria adalah metode kerja memiliki bobot (0,314), pengalaman dan reputasi memiliki bobot (0,227), kelas usaha memiliki bobot (0,194), sumberdaya manusia (0,141), dan durasi memiliki bobot (0,124). Serta bobot global pada alternatif juga sangat berpengaruh dalam mutu proyek. Hasil dari penelitian ini bahwa standardisasi metode kerja menjadi aspek paling krusial dalam pengendalian mutu proyek. Hal ini menjadi dasar penyusunan strategi mitigasi risiko untuk meningkatkan kualitas proyek konstruksi.

 

Kata kunci: kualitas proyek, AHP, kriteria dan alternatif.

 

 

Abstract

 

Building construction projects in Pontianak City are exposed to various risk factors that affect the quality of project execution, including schedule delays, limited resources, environmental conditions, and inadequate quality control. These complexities require the application of a decision-making method capable of systematically and objectively prioritizing risk mitigation. However, the current process of prioritizing risks is often based on subjective judgment, which may lead to inaccurate decision-making. This quantitative descriptive study applies the Analytical Hierarchy Process (AHP) to objectively determine the priority of risk factors affecting project quality. The results indicate that the criterion with the highest global weight is work methods (0.314), followed by experience and reputation (0.227), business classification (0.194), human resources (0.141), and project duration (0.124). In addition, the global weights of the alternative risk factors were found to have a significant influence on project quality. The findings reveal that the standardization of work methods is the most critical aspect of project quality control. These results provide a valuable basis for developing risk mitigation strategies aimed at improving the quality of building construction projects.

 

Keywords: project quality, AHP, criteria, and alternatives

 

References

Asiyanto. (2005). Construction project cost management. Jakarta: Pradnya Paramita.

Butarbutar, Syahputra, Tomy, Frans; Mardiaman; Hariyadi, Susanto, E. (2023). Analisis Identifikasi Bahaya Aspek K3l Dalam Proyek Konstruksi Menggunakan Metoda Analitycal Hierarchy Process (AHP) (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta). Menara: Jurnal Teknik Sipil, 18(2), 115–121. https://doi.org/10.21009/jmenara.v18i2.31623

Fahlevi, Eka, Anggi; Safaria, Fery; Susetyaningsih, A. (2019). Analisis Manajemen Risiko Pelaksanaan Proyek Konstruksi Thee Matic Mall dan Hotel Majalaya yang. Jurnal Konstruksi, 17(3), 28–36.

Fauzi, R. R., & Johari, G. J. (2022). Identifikasi dan Penilaian Risiko pada Proyek Pembangunan Stasiun Garut Cibatu. Jurnal Konstruksi, 20(1), 51–61. https://doi.org/10.33364/konstruksi/v.20-1.1014

Flyvbjerg, B., Holm, M. K. S., & Buhl, S. L. (2002). Underestimating costs in public works projects. Journal of the American Planning Association, 63(1), 279–295.

GAPENSI. (2024). Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia. https://gapensi.or.id/bpc/kotapontianak/anggota

Hamdani; Isya, M. H. A. R. (2017). Analisis Risiko Penawaran Underestimate Cost Terhadap Kualitas Proyek Konstruksi Jalan Di Provinsi Aceh. Jurnal Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala, 1, 511–520.

Institute, P. M. (2021). Project Management Body of Knowledge (PMBOK® Guide) and the standard for project management (7th ed.). Newtown Square, PA: Project Management Institute.

Johari, G. J., & Fazriani, R. R. (2021). Analisis Manajemen Risiko Pelaksanaan Proyek Konstruksi Bangunan Gedung di Kabupaten Garut. Jurnal Konstruksi, 19(2), 330–339. https://doi.org/10.33364/konstruksi/v.19-2.923

Kerzner, H. (2022). Project Management (Tenth Edition). In Project Manager (Il) (Number 3).

Magna, M. T., Hartono, W., & Sugiyarto. (2017). Analisis Risiko Konstruksi Struktur Bore Pile Pada Proyek Dengan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Matriks Teknik Sipil, 598–604.

Monaliza, Inten; Kustiani, Ika; Siregar, Ma’ruf, S. (2021). Analisis Risiko Proyek dengan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) (Studi Kasus: Proyek Perpustakaan Modern Lampung pada Tahap Lanjutan). Jurnal Aplikasi Teknik Sipil, 19, 21–26.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2020 Tentang Standar Dan Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi Melalui Penyedia, Kementerian Keuangan Republik Indonesia 1 (2020). http://www.pu.go.id/

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2021 Tentang Perubahan Pertama Atas Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Republik Indonesia 1 (2021).

PMBOK. (2008). A Guide to The Project Management Body of Knowledge. Project Management Institute Inc.

PMBOK. (2021). A Guide to The Project Management Body of Knowledge (p. 2021).

Rahardi, R., & Johari, Ganjar, Jojon. (2021). Manajemen Risiko pada Proyek Bangunan Gedung di Kabupaten Tasikmalaya. 19(2), 511–519.

Rahmadiani, D., & Johari, G. J. (2026). Analisis Manajemen Risiko Pada Proyek Konstruksi Pembangunan Rumah Sakit Islam Bandung. 498–506. https://doi.org/10.33364/konstruksi/v.24-1.1886

Riyanta. (2010). Identifikasi Faktor Risiko Underestimate Cost dan Overestimate Cost Tahap Lelang yang Disebabkan Kompetensi Cost Engineer yang Berpengaruh Terhadap Kinerja Tim Tender pada Perusahaan Jasa Konstruksi.

Saaty, T. L. (2008). Decision making with the Analytic Hierarchy Process. In Scientia Iranica (Vol. 9, Number 3). https://doi.org/10.1504/ijssci.2008.017590

Soeharto. (1999). Manajemen Proyek. In Journal of the Korean Physical Society (Vol. 60, Number 5). https://doi.org/10.3938/jkps.60.674

Syahrani, A. S., & Diyanty, V. (2023). Evaluasi manajemen risiko proyek konstruksi terhadap biaya operasional proyek menggunakan metode ahp. Jurnal Akademi Akuntansi, 6(2), 215–224. https://doi.org/10.22219/jaa.v6i2.26571

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Jasa Konstruksi, 02 Sekretariat Republik Indonesia 2 (2017).

Wibowo, A., & Godjali, C. L. (2024). Terapan Bidang Abnormally Low Bid Criterion pada Pengadaan Jasa Konstruksi Proyek Pemerintah dengan Sistem Evaluasi Harga Terendah. Jurnal Teknik Sipil, 30(2), 245–254. https://doi.org/10.5614/jts.2023.30.2.12

Wilghis., W. H. K. I. S. Q. A. M. (2022). Identifikasi Risiko Konstruksi Pada Pekerjaan Struktur Baja Workshop Pt. Inka Banyuwangi Dengan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Jurnal Riset Teknik Sipil Dan Sains, 1(1), 41–47.

Downloads

Published

2026-08-15

How to Cite

Asmarani, M. (2026) “Penerapan Analytical Hierarchy Process Untuk Penentuan Prioritas Faktor Risiko Terhadap Kualitas Pekerjaan Proyek Kota Pontianak”, Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil, 16(2), pp. 608–621. doi: 10.29103/tj.v16i2.1426.