Prediksi Ketersediaan Air Berdasarkan Debit Andalan untuk Kebutuhan Irigasi di Bendung Copong
DOI:
https://doi.org/10.29103/tj.v16i2.1386Keywords:
weir, flow, irrigation, requirement, availabilityAbstract
Abstrak
Kabupaten Garut masih mengandalkan sektor pertanian sebagai penunjang perekonomian daerah. Dalam mendukung sektor pertanian, pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah daerah mengenai tata kelola sumber daya air untuk kelangsungan irigasi. Infrastuktur sumber daya air di Kabupaten Garut adalah bendung Copong. Daerah Irigasi Leuwigoong dengan luas layanan 5313 hektar dialiri dari bendung Copong. Kebutuhan dan ketersediaan air merupakan faktor utama dalam pertanian. Tujuan penelitian untuk mengetahui rangkaian debit andalan yang akan dipakai dalam merencanakan pola tanam. Pos hujan yang diperhitungkan adalah 4 pos, yaitu pos Pamegatan, pos Pangauban, Pos Kepakan, dan pos Tarogong dari tahun 2015 sampai 2024. Debit simulasi digunakan cara F.J. Mock, debit andalan yang didapat dari debit simulasi besarnya berfluktuasi di musim hujan besar debit melebihi debit normal yaitu 8,66 m3/detik. Musim Tanam (MT) disesuaikan dengan debit andalan setiap bulan, dengan awal MT I dan MT II masing-masing bulan November dan Maret setiap tahunnya.
Kata kunci: bendung, debit, irigasi, kebutuhan, ketersediaan
Abstract
Garut Regency continues to rely on the agricultural sector as a cornerstone of its regional economy. To support this sector, the central government collaborates with the local government on water resource management to ensure irrigation sustainability. A key piece of water resource infrastructure in Garut Regency is the Copong Weir. The Leuwigoong Irrigation Area, which covers a service area of 5,313 hectares, is supplied by this weir. Water demand and availability are the primary factors in agriculture. The purpose of this study is to determine the range of dependable flow to be used in planning cropping patterns. The analysis incorporates data from four rainfall stations—Pamegatan, Pangauban, Kepakan, and Tarogong—covering the period from 2015 to 2024. The simulation discharge was calculated using the F.J. Mock method. The dependable flow derived from these simulations fluctuates; during the rainy season, the discharge exceeds the normal level, reaching 8.66 m³/s. The Cropping Seasons are adjusted according to the monthly dependable flow, with Cropping Season I and II beginning in November and March each year, respectively.
Keywords: weir, flow, irrigation, requirement, availability
References
Armando, S. S. and Arif, L. (2023) ‘Mitigasi Bencana Banjir Secara Terpadu Dan Kolaboratif’, Jurnal Kebijakan Publik, 14(3), p. 267. doi: 10.31258/jkp.v14i3.8263.
Awaliyah, S., Hidayat, A. K. and Irawan, P. (2025) ‘Evaluasi Luas Daerah Irigasi Optimum dengan Model Program Linier dan Model Risiko Gagal Lahan pada Daerah Irigasi Cimulu’, 7(1), pp. 1–12.
Bandar Standardisasi Nasional (2015) ‘Perhitungan debit andalan sungai dengan kurva durasi debit’.
Cicilia, S. and Lesty, L. (2022) ‘Aplikasi Cropwat 8.0 untuk Merencanakan Pola Tanam Optimal dan Memaksimalkan Hasil Pertanian di Kecamatan Gunungpati’, pp. 121–132.
Hamid, R. et al. (2025) ‘Evaluasi Keseimbangan Kebutuhan dan Ketersediaan Air pada Daerah Irigasi Gane Timur Kabupaten Halmahera Selatan’, 05(02), pp. 299–312.
Idrus, I. and Umar, B. (2024) ‘Mitigasi Bencana Banjir Akibat Longsor pada Daerah Aliran Sungai Terhadap Ketersediaan Air Bersih di Kecamatan Dondo’, Jurnal Bangunan Konstruksi (BARAKKA), 2(1), pp. 46–52. doi: 10.63877/jbk.v2i1.47.
Jatmiko, B. C. and Andriyani, I. (2022) ‘Analisis Ketersediaan Air Terhadap Pola Tanam dI Daerah Aliran Sungai Mayang, Kabupaten Jember, Jawa Timur’:, 16(2), pp. 24–32.
Kasoema, A. (2022) ‘Penentuan Prioritas Langkah Modernisasi Irigasi Dalam Upaya Percepatan Pelaksanaan Modernisasi Irigasi’:, 16(2), pp. 46–54.
Malik, A. and Arif, C. (2023) ‘Optimasi Pemberian Air Irigasi Tanaman Melon ( Cucumis Melo L .) Pada Sistem Pocket Fertigation Dengan Algoritma Genetika’, pp. 57–67.
Mardianti, F, and Permana, S. (2024) ‘Analisis Perbandingan Debit Pada DAS Cimanuk-Copong Kabupaten Garut’, 7(1), pp. 215–228.
Maulina, Christiana, W. (2022) ‘Analisis Curah Hujan untuk Pendugaan Debit Banjir dan Debit Andalan dengan Metode FJ. Mock’, Akselerasi, 3(2).
Permana, S. and Yogaswara, D. (2024) ‘Kalibrasi Model NRECA dan Sacramento Diterapkan Pada Daerah Aliran Sungai Cimanuk-Bojongloa Terhadap Debit’, 14(01), pp. 149–160.
Ratna, Musa; Ali, Baharuddin; Ashad, H. (2025) ‘Kajian Kebutuhan Air Irigasi Akibat Perluasan Lahan’, 6141, pp. 303–316.
Salsabila, Sari Komala, I. P. (2025) ‘Analisis Kesetimbangan Air di Daerah Irigasi Cikunten II dengan Menggunakan Data Bangkitan’, 6(2), pp. 13–24.
Soraya, H., Sofiyuddin, H. A. and Putri, A. K. (2023) ‘Pengintegrasian Penjadwalan Rotasi Pemberian Air Irigasi ’:, 5545, pp. 37–44.
Susilowati, Utaminingsih, Widya; Ginting, S. (2020) ‘Optimasi Rencana Tanam dan Pemberian Air Irigasi Menuju Modernisasi Irigasi di Daerah Irigasu Ciliman’, 15(2), pp. 95–108.
Tyasa, R. B. and Saves, F. (2025) ‘Perencanaan Pola Tanam berdasarkan Analisis Kebutuhan Air Tanaman dan Ketersediaan Air Irigasi’, 5(3), pp. 450–461.
Vini, M. F., Judi, C. and Elia, K. N. (2025) ‘Optimalisasi Pola Tanam Berdasarkan Ketersediaan Air di Daerah Irigasi Oepunu Desa Billa Kecamatan Amanuban Timur’, 21(1), pp. 1–14.
Wayan, I. et al. (2025) ‘Optimasi Pemodelan Hujan Limpasan dan Analisis Genangan Banjir untuk Evaluasi Dampak Infrastruktur DAS Rea’, 21(2), pp. 101–114.
Wijaya, O. T. et al. (2024) ‘Prediksi Dampak Perubahan Tataguna Lahan Terhadap Debit Limpasan, Studi Kasus: Gereja Rancasari’, 20(2), pp. 87–98.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Copyright (c) Sulwan Permana, Adi Susetyaningsih, Alan Wijaya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant Teras Jurnal the right of first publication. Articles are licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0). Authors may distribute the published version with acknowledgment of its first publication in Teras Jurnal.







