Evaluasi Alokasi Air Tahunan Terhadap Neraca Air Sistem Irigasi Sekampung Pada Bendungan Batutegi–Bendung Argoguruh

Authors

  • phohan lim Magister Teknik Sipil, Universitas Lampung
  • Ahmad Zakaria Magister Teknik Sipil, Universitas Lampung
  • Yuda Romdania Magister Teknik Sipil, Universitas Lampung
  • Endro Prasetyo Wahono Magister Teknik Sipil, Universitas Lampung
  • Ofik Taufik Purwadi Magister Teknik Sipil, Universitas Lampung
  • Dian Pratiwi Politeknik Negeri Lampung

DOI:

https://doi.org/10.29103/tj.v16i1.1355

Keywords:

Sekampung Irrigation System, water demand; water availability, water balance, dependable flow

Abstract

Abstrak

Daerah Irigasi Sekampung  masih bergantung pada suplai air dari Bendungan Batutegi hingga Bendung Argoguruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi alokasi air tahunan pada sistem irigasi Sekampung Sistem. Analisis dilakukan menggunakan data debit terukur periode 2014–2023, pola tanam, dan kebutuhan air PDAM. Ketersediaan air dianalisis menggunakan debit andalan 33,33%, 50%, dan 66,67% pada skenario tahun basah, normal, dan kering. Hasil penelitian menunjukkan kebutuhan air didominasi oleh sektor irigasi dengan nilai 79,23 m³/dt pada puncak musim tanam, sedangkan kebutuhan air baku PDAM bersifat relatif konstan sebesar 0,93 m³/dt sepanjang tahun. Neraca air mengindikasikan bahwa defisit air masih terjadi pada periode Januari hingga Maret pada seluruh skenario hidrologi, sementara kondisi surplus terjadi pada periode Oktober–Desember serta April–September. Temuan ini menunjukkan pengelolaan alokasi air tahunan yang adaptif dan berbasis neraca air diperlukan untuk memanfaatkan periode surplus sebagai cadangan guna mengantisipasi defisit dan menjamin keberlanjutan pelayanan irigasi dan air baku.

 

Kata kunci: Daerah Irigasi Sekampung; kebutuhan air; ketersediaan air; neraca air; debit andalan

 

Abstrack

The Sekampung Irrigation Area is dependent on water supply from Batutegi Dam to Argoguruh Weir. This study aims to evaluate the annual water allocation in the Sekampung Irrigation System. The analysis was conducted using measured discharge data from 2014–2023, cropping patterns, and PDAM raw water demand data. Water availability was assessed using dependable discharge values of 33,33%, 50%, and 66,67% to represent wet, normal, and dry year scenarios, respectively. The results show that water demand is dominated by the irrigation sector, reaching 79,23 m³/s at the peak of the planting season, while PDAM raw water demand remains relatively constant at 0,93 m³/s throughout the year. The water balance analysis indicates that deficits occur during January–March under all hydrological scenarios, whereas surplus conditions occur during October–December and April–September. These findings highlight the need for adaptive annual water allocation management based on water balance analysis to optimize surplus periods as reserves, anticipate deficits, and ensure sustainable irrigation and raw water services.

 

Keywords: Sekampung Irrigation System, water demand; water availability, water balance, dependable flow

References

Ahmadi, Y.T., Soetopo, W. and Trijuwono, P. (2017) ‘Kajian Pola Operasi Waduk Tugu Dengan Inflow Debit Andalan Dan Inflow Debit Bangkitan Awlr’, Jurnal Teknik Pengairan, 8(2), pp. 205–213.

Aji, S., Arya, P. and Iryanti, M. (2016) ‘Aplikasi Metode Ground Penetrating Radar Terhadap Pola Retakan Di Bendungan Batu Tegi Lampung’, Wahana Fisika, 1(1), pp. 32–41.

Andito Nurdaviq Lazuardi, Lily Montarcih Limantara and Tri Budi Prayogo (2023) ‘Studi Optimasi Pemanfaatan Air Irigasi Bendungan Batu Tegi Menggunakan Program Linier’, Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air, 4(1), pp. 343–356. doi:10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.029.

Aprizal and Nur Yuniar, M. (2017) Kajian Pola Tanam Daerah Irigasi Sekampung Sistem Provinsi Lampung, Jurnal Teknik Sipil UBL.

Ariyanto, L. (2022) Alokasi Air Das Sekampung Sebagai Upaya Pengelolaan Sumber Daya Air Berkelanjutan, Journal of Infrastructural in Civil Engineering (JICE).

Asdak, C. (2023) Hidrologi dan pengelolaan daerah aliran sungai. Sleman: Gadjah Mada University Press.

Destiany, A., Fauzi, M. and Handayani, Y.L. (2019) Analisis Debit Andalan Sungai Batang Lubuh Pos Duga Air Pasir Pengaraian, Jurnal Teknik.

Fachrunnisa, P. and Fauzi, M. (2019) Perbandingan Debit Andalan Hasil Tank Model terhadap Debit Sungai Tapung Kiri Stasiun Tandun, Jurnal Teknik.

FAO (2018) Water Accounting For Water Governance and Sustainable Development Food and Agriculture Organization Of The United Nations. Available at: www.fao.org/publications.

Fitri Soerya, S. et al. (2023) ‘F.J Mock Method For Hydrological Moel In Water Reliability Study In Leuwi Padjadjaran II Reservoir’, Journal of Advanced Zoology, 44(5), pp. 884–93.

Hasan, N.M. et al. (2024) Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP), Jurnal Rekayasa Lampung (JRL).

Jasman (2019) ‘Analisis Ketersediaan Air Irigasi dan Model Pola Tanam dalam Pengembangan Potensi Lahan Pertanian Padi Sawah di Kabupaten Konawe’, Jurnal Akrab Juara, 4, pp. 123–139.

Jie, F. et al. (2025) ‘Optimal Allocation of Water Resources in Irrigation Areas Considering Irrigation Return Flow and Uncertainty’, Applied Sciences (Switzerland), 15(5). doi:10.3390/app15052380.

Kodoa e, R.J. and Sjarief, R. (2012) Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu. Yogyakarta: Andi.

Maini, M. and Yusuf, F.A. (2024) ‘Analisis Debit Andalan Inflow Waduk Bulango Ulu di Provinsi Gorontalo’, Jurnal Teknologi dan Sains Modern, 1(3), pp. 101–109.

Mauliana, Y. et al. (no date) Analisis Ketersediaan dan Kebutuhan Air pada DAS Besai di Wilayah Sungai Tulang Bawang Berdasarkan Neraca Air Analysis of Water Supply and Demand in the Besai Watershed in the Tulang Bawang River Basin Based on Water Balance, Jurnal Teknika Sains.

Nani, E.T., Labdul, B.Y. and Husnan, R. (2024) ‘Model Pola Operasi Waduk Bulango Ulu’, Composite Journal, 4(2), pp. 43–47.

Pemerintah Provinsi Lampung (2023) Keputusan Gubernur Lampung Nomor. G/580/V.04/HK/2023. Bandar Lampung.

Prawati, E. and Saputra, B. (2020) ‘Analisis Kebutuhan Air Daerah Irigasi Desa Sumbergede Kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung Timur’, TAPAK (Teknologi Aplikasi Konstruksi): Jurnal Program Studi Teknik Sipil , 10(1), pp. 105–116.

Salsabila, Komala Sari, N. and Irawan, P. (2025) ‘Analisis Kesetimbangan Air di Daerah Irigasi Cikunten II dengan Menggunakan Data Bangkitan’, AKSELERASI : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, 6(2), pp. 13–24.

Sudira, P., Susanto, S. and Sutiarso, L. (2013) ‘Manajemen Sumberdaya Air Daerah Aliran Sungai Sekampung Di Antara Bendungan Batutegi Dan Bendung Argoguruh, Propinsi Lampung: Kerangka Analitis Penyusunan Pola Operasional Waduk Harian’, AGRITECH, 33(2), pp. 226–233.

Sugiharta, Juanita and Endi Alfian, M. (2025) ‘Harmonization Of River Based Irrigation Water Rotation Systems For Conflict-Prone Irrigation Areas’, Nusantara Hasana Journal, 4(10).

Sutapa, W., Said, T. and Dwijayanti, A. (2025) ‘Rencana Alokasi Air Tahunan Sungai Kabua Bua untuk Mendukung Ketahanan Pangan Di Kabupaten Banggai’, KoNTekS Ke, 3(2).

Tirtalistyani, R., Murtiningrum, M. and Kanwar, R.S. (2022) ‘Indonesia Rice Irrigation System: Time for Innovation’, Sustainability (Switzerland), 14(19), pp. 2–19.

W. Hatmoko and R, R. (2018) ‘Analisis neraca air untuk evaluasi alokasi air pada daerah irigasi’, Jurnal Teknik Pengairan, 9(2), pp. 85–94.

Waasiu Widyaningsih, K. et al. (2021) Perbandingan Metode FJ. Mock dan NRECA untuk Transformasi Hujan Menjadi Debit pada DAS Metro Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air. Available at: https://jtresda.ub.ac.id/.

Wardana, I.G.N.K.M.A. et al. (2025) ‘Water Allocation Management Strategies for the Sustainability of the Tukad Oos Watershed in Gianyar Regency’, in, pp. 363–372.

Downloads

Published

2026-03-01

How to Cite

lim, phohan (2026) “Evaluasi Alokasi Air Tahunan Terhadap Neraca Air Sistem Irigasi Sekampung Pada Bendungan Batutegi–Bendung Argoguruh”, Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil, 16(1), pp. 296–309. doi: 10.29103/tj.v16i1.1355.