Pemanfaatan Limbah Beton dan Serbuk Batu Kapur sebagai Bahan Stabilisaasi Tanah Lunak

Authors

  • Dewi Amalia Politeknik Negeri Bandung http://orcid.org/0000-0002-9141-9741
  • Firuliadhim Firuliadhim Politeknik Negeri Bandung
  • Sitorus Tio Rani Betseba Politeknik Negeri Bandung
  • Rifa Sabila Politeknik Negeri Bandung

DOI:

https://doi.org/10.29103/tj.v15i2.1304

Keywords:

Stabilization, Clay, Concrete Waste, Limestone Powder, California Bearing Ratio

Abstract

Abstrak

 

Tanah lempung lunak sering menjadi kendala dalam pekerjaan konstruksi karena daya dukungnya rendah dan sifatnya mudah berubah akibat kadar air. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini dilakukan dengan menstabilisasi tanah menggunakan campuran serbuk batu kapur 10% dan limbah beton sebanyak 5%, 10%, dan 15% sebagai bahan alternatif ramah lingkungan. Serangkaian pengujian laboratorium seperti berat jenis, analisa ukuran butir, atterberg limit, pemadatan, california bearing ratio (CBR), dan swelling dilakukan setelah masa pemeraman selama 14 hari. Hasil menunjukkan bahwa campuran terbaik terdapat pada variasi 10% serbuk batu kapur dan 15% limbah beton. Pada variasi ini, indeks plastisitas menurun 85,90%, dari 36,60% menjadi 5,15%. Nilai CBR unsoaked meningkat 435,38%, dari 6,2% menjadi 33,2%, sedangkan nilai CBR soaked meningkat 523,66%, dari 4,65% menjadi 29%. Nilai swelling pun mengalami penurunan sebesar 89,18%, dari 6,47% menjadi 0,70%. Hasil ini membuktikan bahwa kombinasi bahan tersebut efektif memperbaiki karakteristik tanah lempung lunak.

 

Kata kunci: Stabilisasi, Lempung, Limbah Beton, Serbuk Batu Kapur, California Bearing Ratio

 

Abstract

 

Soft clay soils often pose challenges in construction due to their low bearing capacity and high sensitivity to moisture content. To address this issue, this study stabilized soft clay using a mixture of 10% limestone powder and concrete waste at 5%, 10%, and 15% as environmentally friendly alternative materials. Laboratory tests—including specific gravity, grain size analysis, Atterberg limits, compaction, California Bearing Ratio (CBR), and swelling—were conducted after 14 days of curing. The results showed the optimal mix was 10% limestone powder and 15% concrete waste. In this variation, the plasticity index decreased by 85.90%, from 36.60% to 5.15%. The unsoaked CBR value increased by 435.38%, from 6.2% to 33.2%, while the soaked CBR value rose by 523.66%, from 4.65% to 29%. Swelling also decreased significantly by 89.18%, from 6.47% to 0.70%. These findings confirm that the material combination effectively improves the engineering properties of soft clay soils.

 

Keywords: Stabilization, Clay, Concrete Waste, Limestone Powder, California Bearing Ratio

Author Biography

Dewi Amalia, Politeknik Negeri Bandung

Jurusan Teknik Sipil

References

Ahmed, S. T., Kabir, M. U., Zahid, C. Z. Bin, Tareque, T., & Mirmotalebi, S. (2024). Improvement of subgrade California Bearing Ratio (CBR) using recycled concrete aggregate and fly ash. Hybrid Advances, 5. https://doi.org/10.1016/j.hybadv.2024.100153

Al-Alam, H., & Bachtiar, V. (2023). Pemanfaatan Limbah Spent Bleaching Earth Pada Stabilisasi Tanah-Kapur Untuk Lapisan Fondasi Badan Jalan Ditinjau Terhadap Karakteristik Kembang-Susut. https://doi.org/https://doi.org/10.26418/jelast.v10i2.66043

Badan Standardisasi Nasional. (2008a). Standar Nasional Indonesia Cara Uji Analisis Ukuran Butir Tanah.

Badan Standardisasi Nasional. (2008b). Standar Nasional Indonesia Cara Uji Berat Jenis Tanah.

Badan Standardisasi Nasional. (2008c). Standar Nasional Indonesia Cara Uji Index Plastisitas Tanah.

Badan Standardisasi Nasional. (2008d). Standar Nasional Indonesia Cara uji Kepadatan Berat Untuk Tanah.

Badan Standardisasi Nasional. (2008e). Standar Nasional Indonesia Cara Uji Penentuan Batas Cair Tanah.

Badan Standardisasi Nasional. (2012). Metode uji CBR laboratorium. www.bsn.go.id

Bhoi, K. D., Desai, P. P., Kembale, A. A., Patil, M. R., & Savyanavar, R. V. (2024). Soil Stabilization by Using Lime and Fly Ash. https://www.ijresm.com

Budihardjo, M. A. (n.d.). Peningkatan Stabilitas Lereng Lapisan Tanah Liat Penahan Lindi TPA dengan Penambahan Limbah Bangunan. 2018. https://doi.org/https://doi.org/10.14710/presipitasi.v15i2.152-157

Desiani, A., & Redjasentana, S. (2019). Stabilisasi Tanah Lempung Menggunakan Soil Binder. https://doi.org/https://doi.org/10.28932/jts.v8i1.1356

Fahruddin, Moch. B., & Fatmawati, L. E. (2024). Stabilisasi Tanah Lempung Ekspansif Menggunakan Bahan Stabilisator Abu Serabut Kelapa Dan Semen. https://doi.org/https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jrpp/article/download/29935/20296/98828

Ganti, A., Rd, E. A., Kalapadang, E., Matasik, R. R., & Daud Biang, F. (2025). Pengaruh Campuran Metakaolin dan Waterglass Terhadap Nilai California Bearing Ratio Tanah Lempung. Journal of Mandalika Literature, 6(1). https://doi.org/https://doi.org/10.36312/jml.v6i1.3937

Gazali, A., Purnamasari, E., & Febrianto, A. E. (2023). Pengaruh Penambahan Kapur Tohor dan Matos terhadap Nilai CBR Laboratorium dalam Stabilisasi Tanah Lempung Kecamatan Bati Bati Kabupaten Tanah Laut. Buletin Profesi Insinyur, 6(2). https://doi.org/10.20527/bpi.v6i2.197

Harinarayan Dewanda, Pratik Jaiswal, & Sitarami Reddy. (2023). Use of recycled concrete aggregates in stabilization of black cotton soil. Sustainability, Agri, Food and Environmental Research-DISCONTINUED. https://doi.org/10.7770/safer-v12n-art796

Januar Jafaruddin, A., Pristianto, H., Saputra, A., & Abidin, Z. (2025). Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun The Effect Of Clay Soil Stabilization With Lime Additives On Shear Strength. https://doi.org/10.33506/rb.v11i01.4381

Muwaffa, M. K. (2021). Pengaruh Campuran Kapur Terhadap Kepadatan Tanah Lempung Dengan Pengujian CBR. In Jurnal Tugas Akhir Teknik Sipil (Vol. 5, Issue 2). https://doi.org/doi.org/10.32487/jutateks.v5i2.355

Nugroho, S. A., Al Ridho, M. F., & Fatnanta, F. (2022). Pengaruh Abu Sekam Kayu Pada Nilai Unconfined Compression Strength Lempung Plastisitas Tinggi Terstabilisasi Semen Kapur. Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil, 12(1), 141. https://doi.org/10.29103/tj.v12i1.688

Saputra, N. A., Ansyari, R. M., & Faradila, A. (2025). Analisis Potensi Penambahan Kapur Tohor Dan Variasi Difa Soil Stabilizer Terhadap Stabilisasi Tanah Lempung. https://doi.org/https://doi.org/10.30651/ag.v10i1.26506

Septino, M. Y., Zainuri, & Soehardi, F. (2023). Stabilisasi Tanah Lempung Dengan Penambahan Limbah Gypsum Ditinjau Dari Nilai Kuat Geser. 11(1). https://doi.org/10.35583/js.v11i1.190

Sianturi, N. M., Khairul, M., Kamarudin, A., Roni, D., Damanik, S., Erlando Purba, V., & Saragih, D. S. (2022). Perilaku Mekanis Tanah Lunak yang Distabilisasi dengan Kapur dan Abu Vulkanik. Media Komunikasi Teknik Sipil, 28(1), 118–127. https://doi.org/mkts.v28i1.41963

Sir, T. M. W., Lay, R. R., & Bunganaen, W. (2019). Stabilisasi Tanah Lempung Desa Niukbaun Menggunakan Campuran Tanah Kapur Dan Semen. In Jurnal Teknik Sipil: Vol. VIII (Issue 2).

Soehardi, F., & Dwi Putri, L. (2024). Pengaruh Waktu Perendaman Dengan penambahan Kapur Sebagai Bahan Stabilisasi Pada Tanah Lempung Terhadap Nilai CBR. JICE-Journal of Infrastructure and Civil Engineering, 4(2), 60–64. https://doi.org/10.35583/jice.v4i2.57

Wibisono, G., Nugroho, S. A., & Umam, K. (2018). the influence of sand’s gradation and clay content of direct sheart test on clayey sand. IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, 316(1). https://doi.org/10.1088/1757-899X/316/1/012038

Zhafirah, A., Hidayah, A. N., & Yogaswara, D. (2024). Pengaruh Penambahan Limbah Beton K-175 sampai K-225 pada Tanah Pasir Terhadap CBR. Siklus : Jurnal Teknik Sipil, 10(1), 12–20. https://doi.org/10.31849/siklus.v10i1.12125

Zulnasari, A., Nugroho, S. A., & Fatnanta, F. (2021). Perubahan Nilai Kuat Tekan Lempung Lunak Distabilisasi Dengan Kapur dan Limbah Pembakaran Batubara. Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand), 17(1), 24. https://doi.org/10.25077/jrs.17.1.24-36.2021

Downloads

Published

2025-09-13

How to Cite

Amalia, D. (2025) “Pemanfaatan Limbah Beton dan Serbuk Batu Kapur sebagai Bahan Stabilisaasi Tanah Lunak”, Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil, 15(2), pp. 561–574. doi: 10.29103/tj.v15i2.1304.