Pengaruh Perubahan Tutupan Lahan Rawa dan Ruang Terbuka Hijau Terhadap Peningkatan Debit Limpasan di Kota Palembang

Authors

  • Febrinasti Alia Sriwijaya University
  • Helmi Hakki Universitas Sriwijaya
  • Stevanus Nalendra Jati Universitas Sriwijaya
  • M Fakhriansyah Universitas Sriwijaya

DOI:

https://doi.org/10.29103/tj.v15i2.1282

Keywords:

limpasan, tutupan lahan, perubahan tutupan lahan, debit rencana, hidrograf

Abstract

Abstrak

 

Perubahan penggunaan lahan dari lahan non terbangun menjadi lahan terbangun akan menyebabkan terjadinya peningkatan limpasan atau aliran permukaan. Peningkatan debit puncak untuk masing-masing periode ulang tahunan disebabkan oleh berubahnya nilai koefisien limpasan (C) yang pada akhirnya meningkatkan persentase curah hujan yang menjadi limpasan permukaan.  Penelitian ini difokuskan untuk memprediksi tren perubahan tutupan lahan berdasarkan ketersediaan data historis di lokasi studi yaitu antara tahun 2018, 2019 dan 2021 dengan menggunakan metode supervised maximum likelihood classification (MLC) dengan perangkat lunak ArcGIS terutama pada wilayah dengan persentase rawa terbesar di kota Palembang. Hasil analisa tutupan lahan pada DAS Kertapati menghasilkan perubahan lahan yang meningkat signifikan pada kelas tutupan lahan permukaan diperkeras yaitu 7% (2018) menjadi 12% (2021). Namun peningkatan luasan area vegetasi budidaya berupa sawah juga meningkat dari 41% (2018) menjadi 49% (2021). Analisis perhitungan debit banjir menggunakan metode Hidrograf Satuan Sintetis Soil Conservation Service dan distribusi hujan Alternating Block Method (ABM). Didapatkan pada tahun 2018 nilai debit banjir untuk periode 10 tahun sebesar 29,167 m3/det, kemudian untuk tahun 2019 nilai debit banjir untuk periode 10 tahun sebesar 34,820 m3/det dan untuk tahun 2021 nilai debit banjir untuk periode 10 tahun sebesar 34,169 m3/det.

 

Kata kunci: limpasan, perubahan tutupan lahan, debit rencana, hidrograf

 

Abstract

 

Changes in land cover from undeveloped to developed areas lead to an increase in runoff or surface flow. The rise in peak discharge for each annual return period is attributed to changes in the runoff coefficient (C), which increases the percentage of rainfall contributing to surface runoff. This study aims to predict trends in land cover change based on the availability of historical data from 2018, 2019 and 2021, utilizing the supervised maximum likelihood classification (MLC) method with ArcGIS software, particularly in regions with the biggest wetlands in Palembang City. The results of the land cover analysis in the Kertapati Watershed revealed a significant increase in the impervious surface, rising from 7% in 2018 to 12% in 2021. Conversely, the area of cultivated vegetation, specifically rice fields, also increased from 41% in 2018 to 49% in 2021. To analyze flood discharge, the study employed the Soil Conservation Service Synthetic Unit Hydrograph method and the Alternating Block Method (ABM) for rainfall distribution. The findings indicated that the flood discharge value for a 10-year return period was 29.167 m³/sec in 2018, increasing to 34.820 m³/sec in 2019 and slightly decreasing to 34.169 m³/sec in 2021.

 

Keywords: runoff, land cover change, design discharge, hydrograph

Author Biography

Febrinasti Alia, Sriwijaya University

Civil Engineering

References

Ainu, S. (2023). Pengaruh Penggunaan Peta Digital Arcgis Sebagai Media Pembelajaran Ips Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik. Jurnal Publikasi Berkala Pendidikan Ilmu Sosial, 3(1).

Aminata, F., Kurniawan, K. (2019). Analisis Pengaruh Perubahan Penggunaan Lahan Terhadap Debit Limpasan Pada Daerah Aliran Sungai Bondoyudo Kab. Lumajang dengan Metode Rasional

Angin, I. S,. Sunimbar. (2021). Analisis Perubahan Penggunaan Lahan Kota Kupang Nusa Tenggara Timur Tahun 2010-2018 (Studi Kasus di Kecamatan Kelapa Lima, Oebobo, dan Kota Lama). Jurnal geoedusains (Vol. 2, Issue 1).

Birch, W. S., Drescher, M., Pittman. J., & Rooney, R. C. (2022). Tren dan prediktor konversi lahan basah di lingkungan perkotaan. Jurnal Pengelolaan Lingkungan

Dahiri. (2019). Potensi, Tantangan Dan Dukungan Anggaran Dalam Optimalisasi Lahan Rawa Menjadi Sawah Untuk Kedaulatan Pangan. Jurnal Budget VOL 4, No.1

Fahmi, A,. Wakhid, N. (2018). Karakteristik Lahan Rawa. Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa

Ikhwan, M., Musa, R., & Mallombassi, A. (2022). Kajian Debit Limpasan Permukaan Akibat Intensitas Curah Hujan Lapangan (Studi Kasus DAS Kiru-Kiru Kab.Barru). Jurnal Konstruksi (Jk-Tis)

Kusumastuti, A. L., Yudana, G., & Rini, E. F. ( 2020). Kemampuan Ruang Terbuka Hijau Publik dalam Berkontribusi Meresapkan Genangan Air Hujan di Surakarta. Jurnal Of Urban and Regional Planning.

Mangare, J. D., Mananoma, T,. Sumarauw, J. S. F. (2023). Pengendalian Debit Limpasan Permukaan Dengan Metode Kolam Retensi Di Kawasan Citraland Kairagi. Jmaurnal Tekno (Vol. 21, Issue 83).

Mulyana, N. F., Usman, F., Hasyim, A.W. (2023). Pengaruh Perubahan Tutupan Lahan Terhadap Perubahan Suhu Permukaan di Kawasan Perkotaan Karawang. Planning for Urban Region and Environment Volume 12, Nomor 1

Munir, A., Mulyadi., & Ariefin, Y. (2017). Perubahan Tutupan Lahan Hutan Di Cagar Alam Danau Menggunakan Citra Landsat Dan Sistem Informasi Geografi. Jurnal Nusa Syalva Vol.17 No.1 19-28

Nurliah., Tajuddin, M. S . (2020). Analisis Tata Kelola Ruang Terbuka Hijau Terhadap Pembangunan Kota Di Kabupaten Majene. Jurnal Ilmu Pemerintahan & Ilmu Komunikasi

Pal, S., Singha, P., (2022). Parameter hidrologi berbasis gambar ditambah identifikasi lokasi konservasi dan restorasi lahan basah dataran banjir. Jurnal Pengelolaan Lingkungan

Putra, A. K., Sukmono, A., & Sasmito, B. (2018). Analisis Hubungan Perubahan Tutupan Lahan Terhadap Suhu Permukaan Terkait Fenomena Urban Heat Island Menggunakan Citra Landsat (Studi Kasus: Kota Surakarta). Jurnal Geodesi Undip Juli (Vol. 7, Issue 3).

Sagala, S,. Dodon,. Wimbardana, R., Lutfiani. (2013). Alih Fungsi Lahan Rawa dan Kebijakan Pengurangan Risiko Bencana Banjir Studi Kasus Kota Palembang

Suciyani, W, O,. (2018). Analisis Potensi Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau (Rth) Kampus Di Politeknik Negeri Bandung. Jurnal Planologi (Vol. 15, Issue 1).

Sulastri. (2019). Kebijakan Politik Pemerintah Kota Palembang Dalam Pelestarian Lahan Rawa di Kota Palembang.

Feldman, A. D. (2000). Hydrologic Modeling System HEC-HMS Technical Reference Manual CPD-74B.

Utami, L., Priatna, S. J., & Purnama, D. H. (2017). Identifikasi dan Evaluasi Kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Berdasarkan Kondisi Sifat Tanah di Wilayah Kota Palembang Provinsi Sumatera Selatan. Jurnal Penelitian Sains, 19(3), 112-118.

Wahyuni, S., Guchi, H., & Hidayat, B. (2014). Analisis Perubahan Penggunaan Lahan dan Penutupan Lahan Tahun 2003 dan 2013 di Kabupaten Dairi Analysis of Land Use and Land Cover Change year 2003 and 2013 in Dairi Regency. 2(4), 1310-1315.

Wu, Y., Zhang, G,. (2020). Tentang bagaimana lahan basah dapat memberikan ketahanan terhadap banjir di daerah aliran sungai besar: Studi kasus di Daerah Aliran Sungai Nenjiang, Tiongkok. Jurnal Of Hydrology.

Yulianto, Y. (2020). Pengaruh Perubahan Tata Guna Lahan Di Hulu Sungai Cigadung Terhadap Muka Air Banjir Di Lokasi Jembatan Perumahan Surya Cigadung Jurnal MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Arsitektur) (Cetak) 2355-9241 (e) 2714-884X (Vol. 4, Issue 1).

Zalmita, N., Alvira, Y., & Furqan, M. H. (2020). Analisis Perubahan Penggunaan Lahan Menggunakan Sistem Informasi Geografis (Sig) Di Gampong Alue Naga Kecamatan Syiah Kuala Tahun 2004-2019. Jurnal Geografi, 9(1), 1.

Downloads

Published

2025-08-27

How to Cite

Alia, F. (2025) “Pengaruh Perubahan Tutupan Lahan Rawa dan Ruang Terbuka Hijau Terhadap Peningkatan Debit Limpasan di Kota Palembang”, Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil, 15(2), pp. 389–404. doi: 10.29103/tj.v15i2.1282.