DETERMINAN PREFERENSI PUBLIK DALAM PEMILIHAN LOKASI PERUMAHAN TERJANGKAU BERSUBSIDI DI KOTA BANDA ACEH

Sugiarto Sugiarto

Abstract


Ketersediaan perumahan untuk masyarakat merupakan indikasi pembangunan nasional, dan menjadi tujuan pemerintah Indonesia, termasuk di Kota Banda Aceh, ibukota provinsi Aceh untuk menyediakan perumahan bagi keluarga dengan pendapatan rendah yang terjangkau. Untuk tujuan ini, pemerintah memperkenalkan skema perumahan terjangkau bersubsidi guna meningkatkan kepemilikan perumahan untuk masyarakat. Namun, terlepas dari langkah-langkah ini, perumahan di Kota Banda Aceh telah banyak terbangun dan tersebar hingga ke pinggiran kota dengan standar kondisi perumahan yang sangat variatif baik dari kelayakan bangunan rumah, fasilitas prasarana dan sarana pendukungnya. Variasi ini terjadi dikarenakan pengembang (developer) dari masing-masing lokasi perumahan terjangkau menawarkan lokasi, tipe rumah yang dibangun, fasilitas yang disediakan, serta harga dan cara pemilikan rumah yang berbeda-beda. Oleh karena itu, paper ini bertujuan untuk mengidentifikasi determinan preferensi publik atau masyarakat dalam pemilihan lokasi perumahan terjangkau sehingga faktor determinan tersebut dapat dijadikan sebagai pertimbangan aspek yang harus disediakan oleh pengembang. Kajian ini dilakukan di Banda Aceh dengan target responden adalah penduduk masuk ke Kota Banda Aceh dengan jumlah sampel sebanyak 150 jiwa. Kuesioner disebarkan dengan mengadopsi teknik sampling acak berstrata (stratified random sampling). Determinan yang dikaji adalah faktor aksesibilitas, kelengkapan prasarana dan sarana, fasilitas, kondisi lingkungan, harga dan pelayanan, dan bangunan. Metode analisis faktor Principle Component Analysis (PCA) digunakan untuk mengeksplorasi hubungan antar faktor dengan indikator pemilihan lokasi perumahan terjangkau. Hasil empiris menunjukkan bahwa determinan preferensi publik yang dominan dalam pemilihan lokasi perumahan adalah faktor aksesibilitas dan pelayanan dengan varian sebesar 24.8%, kelengkapan sarana dan prasarana dengan varian 18.95% dan fasilitas dan kepemilikan rumah dengan varian 16.51%. Ketiga faktor tersebut menentukan keputusan konsumen dalam pemilihan lokasi perumahan terjangkau dengan varian total 60%. Hasil empiris menunjukkan bahwa masyarakat cenderung memilih lokasi perumahan karena faktor aksesibilitas ke pusat perbelanjaan dan sarana dan prasarana yang ditawarkan oleh pengembang seperti ketersediaan jaringan listrik, air bersih dan persampahan menjadi indikator utama penentu pemilihan lokasi oleh konsumen.


Full Text:

PDF

References


Asteriani, F. 2011. Preferensi penghuni perumahan di kota Pekanbaru dalam menentukan lokasi perumahan, Jurnal Ekonomi Pembangunan, 12(1), pp. 71-91.

Balqis, P., A., Anggraini, R., Sugiarto, S. 2018. Model bangkitan pergerakan pekerja berdasarkan tingkat pendapatan rumah tangga (studi kasus Kota Banda Aceh). Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan, 1(2), pp. 10-18.

BPS. 2017. Banda Aceh dalam Angka. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Banda Aceh.

Dinda, R.P., Anggraini, R., Sugiarto, S. 2018. Model bangkitan pergerakan rumah tangga bagi pengguna sepeda motor berdasarkan lokasi tujuan perjalanan di kota Banda Aceh. Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan, 1(3), pp. 19-30.

Glaeser, E.L. Gyourko, J. 2003. The impact of building restrictions on housing

affordability. FRB New York - Economic Policy Review, 9 (2), pp. 21-39.

Hikmi, A., Anggraini, R., Sugiarto, S. 2018. Model bangkitan pergerakan penduduk di Kabupaten Aceh Barat Daya berdasarkan struktur rumah tangga dan pendapatan keluarga. Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan, 1(1), pp. 1-9.

Idris, E., Sugiarto, S., Saleh, S.M. 2019. Analisa karakteristik sosial-ekonomi masyarakat terhadap efektivitas jembatan penyeberangan di kota Banda Aceh. Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan, 2(1), pp. 31-37.

Merfazi, M., Sugiarto, S., Anggraini, R. 2019. Persepsi masyarakat terhadap kebijakan Trans Koetaradja pada koridor pusat Kota–Mata Ie dan pusat Kota–Ajun–Lhoknga menggunakan indikator variabel laten. Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan, 2(1), pp. 58-67.

Riskiyah, I.R., Suryo E.A., Wijatmiko, I. 2015. Analisis kinerja developer terhadap kepuasan penghuni perumahan di Kota Malang, Jurnal Rekayasa Sipil, 9(2), pp. 115-120.

Saidi, T., Aulia, T.B., Setiawan, B., Abdullah, N., & Hasan, M., 2018. Spectral displacement (SD) of Banda Aceh's soft soil for seismic vulnerability assessment. MATEC Web of Conferences, 197, 10001.

Saleh, M.S., Sugiarto S., Mutiawati, C., Angraini, R., Isya, M. 2016. Using psychometric data from the stated preference (SP) experiments to search explanatory power for appropriateness of congestion charging policy. Aceh International Journal of Science and Technology, 5(3), pp. 88-96.

Saleh, M.S., Sugiarto S., Angraini, R. 2019. Analysis on Public’s Response Toward Bus Reform Policy in Indonesia Considering Latent Variables. The Open Transportation Journal, Volume 13 (on line first).

Sugiarto, S., Miwa, T., Morikawa, T., 2017a. Inclusion of latent constructs in utilitarian resource allocation model for analyzing revenue spending options in congestion charging policy. Transportation Research Part A: Policy and Practice, 103, pp. 36–53.

Sugiarto, S., Miwa, T., Sato, H., Morikawa, T., 2017b. Explaining differences in acceptance determinants towards congestion charging policies in Indonesia and Japan. Journal of Urban Planning and Development (ASCE), 143(2), pp. 1-12.

Sugiarto, S., Miwa, T., Morikawa, T., 2018a. Recursive bivariate response models of the ex-ante intentions to link perceived acceptability among charge and refund options for alternative road pricing schemes. Transp. Lett.: Int. J. Transp. Res. 10(1), pp. 52–63.

Sugiarto, S., Miwa, T., Sato, H., Morikawa, T., 2018b. The tendency of public’s attitudes to evaluate urban congestion charging policy in Asian megacity perspective: Case a study in Jakarta, Indonesia. Case Studies on Transport Policy. an article in press.

Sarana, D., Saidi, T., Muttaqin. 2015. Analisis respon spektra terhadap percepatan gerakan akibat gempa Aceh Tahun 2010-2013. Jurnal Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala, Vol. 4, 229-240.

Taufik., Sugiarto, S., Insya, M. 2018. Analisa pemilihan moda dan waktu evakuasi bencana tsunami di kecamatan Kuta Raja Banda Aceh. Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan, 1(2), pp. 19-29.

Woo, A., Joh, K. Van Zandt, S. 2014. Impacts of the low-income housing tax credit program on neighborhood housing turnover. Urban Affairs Review, 52 (2), pp. 247-279.

Yunita, H., Setiawan, B., Saidi, T., & Abdullah, N., 2018. Site response analysis for estimating seismic site amplification in the case of Banda Aceh – Indonesia. MATEC Web of Conferences, 197, 10002.




DOI: http://dx.doi.org/10.29103/tj.v9i1.188

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Sugiarto Sugiarto



P-ISSN: 2088-0651 

E-ISSN: 2502-1680

 Google Scholar

 
Accredited based on Sinta 3 based on the Decree of the Director General of Strengthening Research and Development of the Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Republic of Indonesia Number 230/E/KPT/2022
Valid for 5 years, Volume 12 Number 2 Year 2022 to Volume 17 Number 1 Year 2027

 

Creative Commons "Attribution-ShareAlike”

Attibusion Internasional (CC BY-SA 4.0)




Published 2 times a year
March and September

Published by:
The Research institutions and community service (LPPM) Universitas Malikussaleh

In cooperation with Ikatan Sarjana Teknik Sipil (ISATSI NAD) Lhokseumawe


Web Analytics

View My Stats